Strategi Sosialisasi Covid 19 Oleh Tokoh Masyarakat
Pada bulan maret Indonesia di gemparkan dengan pandemi Covid 19, virus
yang berasal dari Wuhan, Cina ini telah merenggut nyawa korban meninggal
sebanyak 60.582 dan yang terkonfirmasi covid sebesar 2,28 juta jiwa pada 3 Juli
2021, data ini di ambil dari https://covid19.go.id/ . akibat pandemi ini
banyak sekali sektor yang mengalami kerugian seperti ekonomi, kesehatan,
industri dan sebagainya.
Dalam situasi pandemi seperti ini, pemerintah
daerah maupun pusat sudah melakukan berbagai upaya. Masyarakat sipil juga
melakukan aksi untuk mendorong upaya yang telah dilakukan pemerintah seperti
menggalang dana untuk orang tak mampu yang terdampak covid 19,
dan penelitian covid 19 sebagai isu utama di upayakan pemerintah
untuk dilakukan kampanye sosial.
Pada awalnya pemerintah cenderung menciptakan
bahwa indonesia memiliki citra yang aman dari virus covid 19 dan sejak awal
pemerintah pun gagal membangun narasi publik yang waspada.
Di waktu yang bersamaan, Indonesia memiliki tantangan besar dalam
sistem komunikasi dan media. Televisi nasional tidak mempunyai agenda publik
yang struktur, sementara media sosial diperkeruh oleh miss informasi, belum
lagi pada awal pandemi ini pemerintah lebih dulu menyelamatkan ekonomi serta
tidak adanya transparansi informasi dengan pemerintah daerah yang menciptakan
beragam narasi publik yang membuat bingung.
Dalam kondisi genting seperti saat ini, keselamatan dan kesehatan utama
adalah hal penting yang perlu di fikirkan. Tokoh agama dan tokoh masyarakat
harus berada di garda paling depan untuk mempersuasif dan memberi pencerahan
kepada masyarakat dengan menaruh kepercayaan dalam bukti – bukti ilmiah.
perkumpulan publik harus dihindari, peran tokoh keagamaan di
media sosial juga perlu semakin ditingkatkan.
Sementara sistem komunikasi, sistem kesehatan, dan kepemimpinan di
level nasional belum bisa diandalkan, narasi keagamaan yang menekankan
akan keseimbangan antara harapan dan kewaspadaan sangat penting untuk
menghindari pemahaman masyarakat yang keliru terhadap krisis.
Berbagai cara dilakukan
pemerintah untuk mengedukasi tentang COVID-19, dengan meminta
bantuan tokoh adat dan agama untuk memberikan edukasi tentang COVID-19 kepada
masyarakat yang tinggal di pedalaman yang masih kental dengan adat istiadatnya.
Salah satu strategi dan
inovasi yang di lakukan, adalah merangkul tokoh agama dan tokoh adat yang ada.
Sosok tokoh adat atau keagamaan memang dapat berfungsi sebagai aktor sosial
yang bisa mempengaruhi masyarakat.
Indonesia terkenal
dengan warganya yang religius, tokoh agama dan tokoh adat ini menjadi panutan
yang pesan-pesannya atau petuah-petuahnya itu sangat didengarkan dan diikuti
oleh masyarakat.
Upaya pemerintah agar
penyampaian informasi bisa disampaikan secara efektif maka tokoh agama dan
tokoh adat ini diberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum mngedukasi
masyarakat. mungkin melalui pertemuan face to face. Namun, pertemuan
face to face ini tetap harus memenuhi protokol COVID. Dan untuk yang berada di
pedalaman yang sulit di lalui tranportasi serta jarak tempuh yang jauh bisa
dihubungkan dengan zoom .
Sosialisasi mengenai covid
19 ini akan di sampaikan oleh tokoh agama dan tokoh adat dalam kajian serta
ibadah rutin misalnya, walaupun tempat ibadah banyak di tutup maka penerapan
ini dilakukan dengan cara yang beragam.
Jadi ada ibadah melalui
daring, lalu para tokoh agama ini menyampaikan pesan pencegahan covid 19 dari
telepon selular atau zoom di awal atau di akhir ibadah, dan untuk masyarakat di
pedalaman, ibadah dilakukan di luar gedung keagamaan dengan menerapkan protokol
kesehatan yang ada.
Namun, untuk yang di
kampung-kampung, ada yang ibadahnya itu dilakukan di luar gedung masjid atau
gereja misalnya. Kemudian duduknya juga diatur sedemikian rupa, mereka posisi
duduknya berjauhan dan tetap bisa memenuhi protokol COVID-19 dan disitulah
penerapannya menggunakan poster-poster, untuk kemudian dijelaskan kepada umat
yang hadir dalam ibadah tersebut.
Selain melalui upaya-upaya
diatas, informasi terkait COVID-19 juga bisa disebarkan melalui radio jangkauan
RRI yang dapat didengarkan sampai ke tingkat kampung. Jadi, ini menjadi salah
satu cara untuk menyebarluaskan informasi terkait pencegahan COVID-19 kepada
seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pinggiran, pedalaman, dan
pegunungan yang ada di Indonesia
Langkah yang digunakan
untuk menyebarluaskan informasi terkait pencegahan Covid-19 bisa juga bekerja
sama dengan influencer anak-anak muda di daerahnya masing – masing, mereka
menyebarkan informasi tersebut melalui jaringan instagram, facebook, dan juga
podcast terkait pentingnya menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, jaga
jarak.
Dari salah satu upaya
pemerintah dalam hal sosialisasi mengenai covid 19 dengan bantuan atau
perantara tokoh agama dan tokoh adat itu adalah keputusan yang paling tepat,
karna warga indonesia adalah masyarakat yang menjunjung nilai dan adat dalam
kehidupannya terlebih lagi masyarakat awam dan pedalaman, ini memudahkan
pemerintah karna persuasi edukasi covid 19 yang dilakukan tokoh agama menjadi
lebih efektif karna ketika suatu tokoh yang di hormati berbicara sudah di
pastikan mereka akan tunduk dan patuh, karna sudah terkonstruksi dalam diri nya
bahwa tokoh agama adalah panutan mereka.



Komentar
Posting Komentar