Mengenal Kampung Singkong Cireundeu
Mengenal Kampung Singkong Cireundeu
Kampung adat cireundeu sudah lama sekali tidak mengkonsumsi nasi sebagai bahan pokok makanan nya, hal ini dilakukan karna penanaman singkong didukung oleh lahan yang luas dan masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi, belum lagi kelangkaan beras padi dan juga melonjak harganya, yang di rasa mengkonsumsi beras singkong menjadi jalur alternatif pilihan.
Jika ada yang berpendapat
bahwa makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang berasal dari padi,
sebaiknya kita lirik dulu kampung adat cireundeu. Kampung yang berada di Kota
Cimahi ini sudah mengganti pilihan bahan baku makanannya dengan singkong sehingga tidak membutuhkan beras padi lagi, bahkan mereka pun punya
banyak olahan singkong yang bisa di santap sebagai cemilan selain untuk makanan
pokok.
Berbeda dengan masyarakat indonesia pada
umumnya, di mata warga kampung cirendeu singkong amatlah berharga karna warga
cireundeu mengganti alternatif beras dengan olahan singkong.
Di lahan seluas 64 hektar lembah Gunung Cimenteng,
Gunung Gajahlangu, dan Gunung Kunci, ketela ini tumbuh subur. tanaman singkong
terlihat menghampar, ditanam, dijaga, diolah oleh warga Kampung Cirendeu dan mengolah
bulir-bulir rasi sebagai makanan pokok
Ulya sebagai salah satu
warga cireundeu mengatakan “ Beras singkong atau rasi ini awal mulanya ditemukan dan di olah oleh Putri dari Bapak Haji Ali yakmi
Ibu Omah Asnamah, yang kemudian diikuti oleh seluruh warga Kampung Cireundeu
nah karna penemuan nya tersebut pada tahun 1946 pemerintah melalui wadah cimahi
memberikan penghargaan kepada ibu omah sebagai pahlawan pangan”
Karena terkenalnya beras
singkong atau biasa di sebut rasi ini lah kemudian Kampung Adat Cireundeu
dijuluki sebagai Kampung Singkong. Bahkan nama kampung singkong ini dperkuat
dengan diletakannya patung singkong depan gerbang masuk kampung adat cireundeu
Sebagai bahan makanan
yang di konsumsi setiap saat, singkong di Kampung Cireundeu biasanya bisa memproduksi beras
singkong sekitar 5 sampai 7 kuintal perharinya. Dan jika memasuki musim kemarau,
perharinya bisa menghasilkan kuantitas beras singkong mencapai satu ton. Produksi
beras singkong yang dianggap besar ini karna
terbantu dengan lahan kebun singkong di Cireundeu yang luasnya mencapai 17
hektar.
Warga Kampung Cireundeu
yakin bahwasanya tradisi mempertahankan beras singkong ini dapat menjawab
tantangan swasembada pangan di Indonesia. Dan singkong dapat menjadi alternatif
pangan selain beras sehingga makanan pokok indonesia tidak hanya satu varian
saja dan dapat meminimalisir impor beras ke indonesia.
Untuk pengolahan beras
singkong tidak jauh berbeda dengan menanak nasi yang sering dilakukan.
Keseharian warga cireundeu juga mengkonsumsi rasi bersama dengan lauk pauk dan
sayuran sama saja, hanya berbeda di makanan pokok. Sehingga warga cireundeu tidak
pernah merasa ada perbedaan antara mengkonsumsi rasi ataupun nasi.
Walaupun merupakan tradisi
turun temurun, namun tidak ada kewajiban tersendiri dalam mengkonsumsi rasibagi
warga Kampung Adat Cireundeu. Hal itu dilakukan karena warga cireundeu terbiasa
menjaga adat budaya yang telah
diwariskan dengan kesadaran masyarakatnya. Bahkan jika mereka berpergian
tetap membawa bekal rasi karna terbiasa mengkonsumsi rasi, lidah mereka sudah
tidak enak jika memakan nasi meskipun di luar kampung adat,
Menariknya lagi, rasi
lebih mengenyakan dan tahan lama sehingga membuat kita tidak mudah lapar
walaupun aktifitas di luar rumah sangat padat , karna ketahanan nasi ini lebih
lama dari rasi.
Kampung adat cireundeu mengkonsumsi rasi disebabkan mempunyai
prinsip luhur yang di anut hingga sekarang. Prinsip hidup ini sangat dipegang
erat oleh warga cireundeu yang tidak lepas dari tujuan agar manusia ciptaan
Allah SWT tidak ketergantungan terhadap satu hal saja. tentu dalam hal ini
pengaplikasiannya dapat dilihat dari penggunaan singkong sebagai bahan alternatif
pengganti beras, yang mana kita bisa lihat harga beras semakin hari semakin
meningkat belum lagi impor beras yang dilakukan pemerintah, hal itu terjadi
karna masyarakat indonesia sangat bergantung dengan beras, mari kita belajar
dari warga cireundeu yang bisa membuka mata kita bahwa makanan pokok bukan
hanya beras.


Keren sekali.. Tetap semangat sebarkan kebaikan dalam tulisan ya Kak🙏🏻🇮🇩
BalasHapustrimakasih cantik
HapusKeren sih
BalasHapus